Rahasia indah di
balik adanya Penyakit
Tatkala mendengar nama ‘penyakit’ maka kebanyakan orang akan
menampakkan wajah muram karena tidak menyukainya. Hal itu karena hanya
dipandang dari satu sudut saja yaitu sisi kehidupan dunia sehingga yang
terbayang hanya sesuatu yang menyedihkan saja sedangkan melihatnya dari kaca
mata akherat sangatlah minim orang yang memahaminya. Di kala banyak terjadi
bencana dan musibah yang tidak sedikit menelan korban, seorang mukmin hendaknya
menilik bahwa di sana ada manfaat dan
rahasia yang terkandung di balik ujian tersebut. Diantara faedah dari adanya
suatu penyakit dan musibah adalah :
1.
Melatih
kesabaran dan optimisme
Seorang mukmin yang telah bertauhid
dan senantiasa menjaga syariat Alloh tidak ada rasa takut bagi mereka dan tidak
pula bersedih hati karena beratnya cobaan di dunia masih sebelum seberapa
dibandingkan dengan cobaan di akhirat kelak. Tatkala Nabi pernah menemui
seorang pemuda yang sedang sakit akan meninggal dunia. Nabi bertanya kepadanya:
‘Bagaimana keadaanmu?’. Sang pemuda menjawab:’Aku mengharap rahmat Alloh
dan aku khawatir terhadap dosa-dosaku’. Maka Nabi pun bersabda:’ Tidaklah
terkumpul dalam diri seseorang yang seperti ini melainkan Alloh akan memberinya
apa yang ia harapkan dan mengamankan apa yang ia takuti’ (HR. At Tirmidzi
983, Shohih At Targhib 3383).
2.
Musibah dan
penyakit yang menimpa sekelompok orang akan memberikan pelajaran dan manfaat
bagi kaum yang lain. Di kala orang lain tertimpa bencana -nas’alulloh as
salamah wal ‘afiyat- dan penyakit maka barulah terasa nikmatnya rasa aman,
sentosa dan kesehatan bagi yang tidak tertimpa musibah ini. Dengan mengetahui
hal ini maka konsekuensinya adalah banyak bersyukur kepada Alloh Ta’ala.
3.
Hiburan bagi jiwa
kaum mukmin dengan ampunan dosa. Dikeluarkan oleh Al Bukhori dalam Shahih –nya
bahwa Rasululloh bersabda: ‘Tidaklah seorang mukmin ditimpa penyakit,
gundah, sedih dan gangguan sampai duri yang menusuknya melainkan itu semua
adalah penghapus kesalahannya’. Oleh
karena itu para salaf berkata: ‘Kalau bukan karena musibah maka kita
akan datang pada hari kiamat sebagai orang yang bangkrut’. Dalam riwayat Ibnu
Hibban (2908) dari hadits Abu Hurairah Rasululloh bersabda: ‘Sesungguhnya
ada seseorang yang derajatnya di sisi Alloh yang ia peroleh bukan karena amalannya
namun karena senantiasa Alloh mengujinya dengan sesuatu yang ia tidak senangi
sampai mencapai kedudukan tersebut’ (Shohih At Targhib 3408). Berkata Salam
bin Muthi’: ‘Ya, Alloh jika Engkau meninggikan derajat hambaMu yang sholih
dengan musibah maka tinggikanlah derajatku dengan keselamatan’.
4.
Dekatnya Alloh
kepada hambaNya yang sedang sakit. Dalam sebuah hadits Qudsi Alloh Ta’ala
berkata:
أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ
عَبْدِى فُلاَنًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ
لَوَجَدْتَنِى عِنْدَهُ
Tidakkah kamu mengetahui bahwa hambaKu si fulan sakit, tapi engkau
tidak menjenguknya. Tidakkah engkau mengetahui sekiranya engkau menjenguknya
maka engkau akan dapati Aku di dekatnya
(HR. Muslim 2569).
5.
Munculnya
berbagi macam peribadahan hati seperti tawakkal, berdo’a, inabah (pasrah kepada Alloh), roja’ (berharap hanya
kepadaNya) , taubat dan takut kepada Alloh semata. Berkata Wahb bin Munabbih:
‘Turunnya musibah adalah untuk mengeluarkan do’a. Alloh Ta’ala berfirman:
Dan
apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan
diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, Maka ia banyak berdoa (QS.
Fushshilat: 51).
6.
Menjauhkan sifat sombong, ujub dan bangga
diri sendiri. Jika manusia terus menerus
berada dalam kesehatan dan keamanan maka ia akan melampaui batas di muka bumi
ini. Begitulah sifat manusia, kadang-kadang menginginkan sesuatu padahal akan
mengantarkan kepada kehancurannya, tidak suka terhadap sesuatu padahal di
sanalah kebahagiaannya yang hakiki. Merasa aman dari adzab Alloh dan tidak
takut siksa Alloh yang datang tiba-tiba baik ketika mereka tidur nyenyak maupun
tatkala bersenda gurau di pagi hari. Oleh karena itu Alloh menimpakan penyakit,
kesusahan, dan musibah sehingga membuat mereka merendah diri kepadaNya dan
menghiba hanya kepadaNya. Itulah rahasia mengapa seorang musafir, orang yang
dzholimi dan orang yang berpuasa mustajab doa’anya. Karena hati mereka tatkala
itu betul-betul mengadu dan menghiba hanya kepada Alloh ‘Azza wa jalla. Tatkala
seseorang sudah putus harapan kepada makhluk maka ia akan menggantungkan
harapannya hanya kepadaNya. Dikala masa genting itulah pertolongan akan datang.
7.
Penyebab pulihnya banyak penyakit yang
lain
Penyakit-penyakit tertentu akan membuat tubuh
mengeluarkan dzat-dzat beracun yang terakumulasi di dalamnya sehingga ia
sebenarnya adalah obat tersendiri. Seperti penyakit huma (demam panas
karena malaria) dapat memberikan manfaat bagi tubuh bahkan ia lebih bermanfaat
dari meminum banyak obat, Oleh karena itu Nabi berkata: ‘Tidak ada penyakit
yang lebih aku sukai selain huma’ karena ia masuk di seluruh anggota
badanku dan Alloh ‘Azza wa jalla memberikan pahala di setiap organ tubuh’
(Shohih Al Adab Al Mufrod 388/503).
oleh: ust.Ali Sulis
oleh: ust.Ali Sulis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar