Translate

04/04/13

Hanya Al Qur'an yang selalu otentik…


Hanya Al Qur'an yang selalu otentik…

Salah satu sisi dari indahnya agama Islam adalah keotentikan dari kitab sucinya sepanjang masa sebagai bukti bahwa ia diturunkan dari Robb semua makhluq di langit dan di bumi selaku kitab terakhir yang membenarkan dan menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya. Alloh Ta'ala berfirman:
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya (QS Al Hijr: 9). Alloh Ta'ala juga berfirman:
Dan kami Telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan sebagai saksi terhadap kitab-kitab yang lain itu (Al Maaidah: 48). Berkata sebagian Ulama ahli tafsir "Muhaiminan 'alaih" maknanya sebagai saksi atas kitab-kitab sebelumnya, membenarkan apa yang benar dalam kitab terdahulu serta menafikan penyelewengan, penggantian, perubahan yang terjadi di dalamnya dan sebagai hakim dengan menghapus atau menetapkan kembali hukum-hukum dari kitab-kitab yang telah lalu. Oleh karena itu semua orang yang berpegang teguh dengan kitab-kitab terdahulu pasti akan tunduk kepada Al Qur'an dan serta merta akan masuk Islam. Alloh Ta'ala berfirman:
Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, Sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya) (QS. Al Qoshos: 53).
Sisi persamaan dari kitab-kitab samawi (yang diturunkan dari langit seperti Zabur, Taurat, Injil dan Al Qur'an) adalah Sumbernya satu yaitu dari Alloh Ta'ala (QS. Ali Imron: 1-4), tujuannya satu yaitu mengajak untuk beribadah kepada Alloh saja tidak menyekutukanNya (QS. An Nahl: 36), mengandung masalah-masalah aqidah, kaidah-kaidah umum yang butuh dijelaskan kepada manusia seperti masalah pahala dan siksa, penyucian jiwa (QS. Al A'la: 14-19), masalah keadilan (QS. Al Hadid: 25), masalah akhlaq yang baik, memerangi kerusakan dan penyimpangan dalam aqidah, akhlaq atau penyimpangan dari fitroh serta membahas masalah ibadah (QS. Al Anbiya': 73).
Adapun segi perbedaannya adalah dalam masalah syari'at secara khusus. Syari'at nabi Isa berbeda dalam beberapa perkara dengan syari'at nabi Musa alaihis salam, begitu pula syari'at nabi Muhammad r berbeda dengan syariat nabi Isa alaihis salam dan Musa alaihis salam dalam banyak hal. Alloh Ta'ala berfirman:
Untuk tiap-tiap umat diantara kamu Kami berikan aturan dan jalan yang terang (QS. Al Maaidah: 48).
Sebagai contoh:
1-      Puasa. Dahulu orang yang berpuasa dibolehkan berbuka (makan), minum, jima' dari terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar selama ia tidak tidur. Jika tidur maka diharamkan baginya makan, minum dan jima' sampai terbenamnya matahari pada hari kedua. Kemudian Alloh memberikan keringanan bagi ummat Islam untuk makan, minum atau jima' sampai terbitnya fajar apakah ia tidur maupun tidak. Alloh Ta'ala berfirman:
Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam (QS. Al Baqoroh: 187).
  1. Menutup aurat tatkala mandi tidaklah wajib bagi bani Israel sebagaimana dalam hadits Abu Hurairoh t dari Nabi r bersabda:
كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ يَغْتَسِلُونَ عُرَاةً ، يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ ، وَكَانَ مُوسَى يَغْتَسِلُ وَحْدَهُ
Bani Israel dahulu mandi dengan telanjang, sebagian mereka melihat sebagian yang lainnya sedangkan Musa mandi seorang diri (HR. Al Bukhori 278, Muslim 339).
  1. Dalam perkara-perkara yang diharomkan seperti:
-          Halalnya bagi nabi Adam menikahkan putra-putrinya kemudian setelah itu diharamkan selama-lamanya.
-          Mengumpulkan dua wanita bersaudara dalam satu atap dahulu banyak dilakukan seperti yang dilakukan nabi Ya'qub dengan menikahi dua sepupunya yang bersaudara yaitu Layya dan Rohil lalu hal itu diharomkan dalam taurat, demikian pula dalam ajaran Islam.
-          Alloh Ta'ala mengharamkan bagi Yahudi sebagaimana dalam firmanNya:
ö
Dan kepada orang-orang Yahudi, kami haramkan segala binatang yang berkuku dan dari sapi dan domba, kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan Sesungguhnya kami adalah Maha benar (QS. Al An'am: 146). Kemudian datang nabi Isa menghalalkan sebagian yang telah diharamkan tersebut lalu syariat Islam datang dengan kaidah umum : menghalalkan yang baik-baik dan mengharamkan yang jelek.
 Keistimewaan syariat Islam dengan syari'at-syari'at sebelumnya adalah ia umum untuk semua manusia sampai hari kiamat bukan hanya untuk suatu kaum atau zaman tertentu saja sebagaimana syari'at-syari'at terdahulu.
Namun kitab injil dan taurat yang ada sekarang ini telah mengalami penggantian, pengurangan, penyelewengan, penghapusan dengan banyak bukti diantaranya:
  1. Penyandaran kepada kitabnya telah terputus sanadnya
  2. Mengandung aqidah rusak yang sangat bertentangan dengan aqidah yang diajarkan dalam kitab taurat dan injil yang asli.  Alloh Ta'ala menerangkan hancurnya aqidah mereka dengan firmanNya:
(ž
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan (QS. At Taubah: 31). Islam mendudukkan nabi Isa dan ibunya dalam posisi yang adil bahwa mereka termasuk hamba-hamba Alloh yang mulia namun tetap sebagai manusia biasa. Alloh Ta'ala Robb sekalian makhluq berfirman:
Al masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan.Perhatikan bagaimana kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), Kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat kami itu) (QS. Al Maaidah: 75).  Undang- undang Keimanan Al Masih yang dikeluarkan gereja pusat Roma tahun 325 M mengeluarkan pernyataan: "Yesus Al Masih adalah anak Allah yang Esa yang dilahirkan dari bapak sebelum adanya masa, cahaya dari cahaya, sesembahan yang benar dari sesembahan yang benar, dilahirkan bukan sebagai makhluq...".
Padahal dalam kitab asli mereka  justru menetapkan keesaan Alloh Ta'ala, seperti[1]:
1. Dari Kitab Perjanjian Baru[2] (New Testament). Dalam Injil Marqus (Fasal 12/28-32) bahwa seorang Yahudi bertanya kepada Al Masih (nabi Isa) :" Wasiat apakah yang paling pertama dari semua wasiat? Maka Yesus menjawab: "Sesungguhnya wasiat pertama adalah 'Dengar wahai Bani Israil Robb sesembahan kita adalah Robb yang satu dan hendaknya engkau mencintai Alloh dari semua hati dan jiwamu, pikiranmu, usahamu, inilah wasiat yang pertama..". Demikian pula dalam Injil Yohanna (Fasal 17/1-3), dan Injil Matta (Fasal 4/8-10).
2. Dalam Kitab Perjanjian Lama (Old Testament). Wasiat yang pertama dari sepuluh wasiat yang Alloh wahyukan kepada Musa alaihis salam yang di tulis dalam lembaran-lembaran seperti dalam kitab Al Khuruj (Fasal 20/1-4): " Aku adalah Robbmu, sesembahanmu yang mengeluarkanmu dari Mesir dari rumah peribadahan. Tidaklah ada bagimu sesembahan yang lain di depanKu. Janganlah kamu membuat patung yang dipahat dan tidak pula gambar dengan apa yang ada di atas langit, di bawah bumi dan di dasar air. Jangan kalian sujud kepada mereka dan beribadah kepada mereka". Dalam Kitab Akhbarul Ayyamul Awwal (Fasal 17/20) Dawud 'alaihis salam berkata kepada Alloh 'azza wa jalla: "Ya, Alloh tidak ada yang semisalMu, tidak ada sesembahan selainMu. Cukuplah apa yang kami dengar dari telinga kami".
3.Isinya mencela para nabi yang itu tidak pernah ada dalam semua kitab asli Injil dan Taurat. Diantara Perubahan dan penyimpangan yang ada dalam kitab taurat Yahudi di masa ini:
-          Yahudi menyatakan dalam kitab Taurat 'produk mereka' bahwa Nabi Sulaiman alaihis salam telah murtad dan ia menyembah patung (Kitab Mulukul Awwal Fasal 11/5). Selain itu mereka mengatakan nabi Dawud alaihis salam berzina sehingga lahirlah Sulaiman! (Kitab Samuel II Fasal 11/ 11)
Padahal Alloh telah memuji nabi Dawud dan Sulaiman dengan firmanNya:
Dan kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik- baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya) (QS. Shaad: 30).
-          Yahudi juga menyatakan bahwa Nabi Harun alaihis salam membuat patung anak sapi/lembu kemudian menyembahnya. (Kitab Al Khuruj Fasal 32/1).
Padahal yang benar itu adalah perbuatan Samiri dan diingkari dengan keras oleh Nabi Harun sebagaimana firman Alloh Ta'ala:
ô(
Dan Sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: "Hai kaumku, Sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan Sesungguhnya Tuhanmu ialah (Tuhan) yang Maha pemurah, Maka ikutilah aku dan taatilah perintahku" (QS. Thaha: 90).
-          Yahudi menyatakan bahwa Kholilulloh Ibrohim alaihis salam mempersembahkan istrinya (Sarah) kepada Fir'aun untuk mendapatkan harta yang banyak (Kitab At Takwin Fasal 12/14). Kenyataan yang sebenarnya adalah Nabi Ibrohim dipaksa menyerahkan istrinya kepada sang raja yang dzholim namun Alloh Ta'ala menyelamatkannya sebagaimana dijelaskan Nabi r dalam hadits Abu Hurairoh t (HR. Al Bukhori no. 3358).
-          Yahudi menyatakan bahwa nabi Luth alaihis salam meminum khomer sampai mabuk dan berzina dengan anak gadisnya… !!! (Kitab At Takwin Fasal 19/ 30).
Sungguh jelek apa yang mereka buat-buat dengan tangan mereka sendiri. padahal Alloh Ta'ala berfirman memuji nabi Luth:
Sesungguhnya Luth benar-benar salah seorang rasul. (Ingatlah) ketika Kami selamatkan dia dan keluarganya (pengikut- pengikutnya) semua (QS. As Shaffat: 133-134).
Demikian pula kitab Injil 'imitasi' berperan dalam menghina para nabi yang dimuliakan Alloh. Diantaranya:
-          Nasrani  menyatakan bahwa para nabi bani Israil adalah pencuri dan pencopet (Injil Yohana Fasal 10/8). Padahal Alloh Ta'ala memuji para nabi tersebut  dengan firmanNya: Dan Sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik (QS. Shaad: 47).
- Kaum nasrani menyatakan bahwa kakek Sulaiman alaihis salam dan Dawud alaihis salam yaitu Farid keturunan Yahudza bin Ya'qub dari keturunan zina !! (Injil Matta Fasal 1/11).
Demikianlah dua ummat yang dijelaskan oleh Alloh Ta'ala dalam Surah Al Fatihah Al Magdhu bi 'alaihim (yang dimurkai yakni yahudi) dan Dhoollun (sesat  yakni Nasrani) melecehkan para nabi dengan tuduhan yang membuat tubuh merinding dan mengatakan bahwa ini adalah kitab yang diturunkan Alloh ! Mereka berbohong dari dua sisi, menisbatkan hal ini sebagai wahyu dan berdusta kepada para nabi dan Rasul. Lalu apakah pantas kemudian ada yang orang yang masih bersih fitrohnya mengatakan bahwa semua agama sama !?.

oleh: ust. ali Sulis





[1] Dikutip dari tulisan Magister DR. Sa'd Rustum dalam kitabnya: "Al Anajil Al Arba'ah wa Rosail Bulus wa Yohana Tanfi Uluhiyyatal Masihi Kama Yanfihal Qur'an", Islamabad Pakistan 1997/1417 H
[2] Yang dimaksud dengan Kitab Perjanjian Baru adalah Injil dan risalah para rasul sedangkan Kitab Perjanjian Lama adalah Taurat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar