Hanya
Al Qur'an yang selalu otentik…
Salah satu sisi dari indahnya
agama Islam adalah keotentikan dari kitab sucinya sepanjang masa sebagai bukti
bahwa ia diturunkan dari Robb semua makhluq di langit dan di bumi selaku kitab
terakhir yang membenarkan dan menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya. Alloh
Ta'ala berfirman:
Sesungguhnya
Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya kami benar-benar
memeliharanya (QS
Al Hijr: 9). Alloh Ta'ala juga berfirman:
Dan kami Telah
turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang
sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan sebagai saksi terhadap
kitab-kitab yang lain itu (Al
Maaidah: 48). Berkata sebagian Ulama ahli tafsir "Muhaiminan
'alaih" maknanya sebagai saksi atas kitab-kitab sebelumnya, membenarkan
apa yang benar dalam kitab terdahulu serta menafikan penyelewengan,
penggantian, perubahan yang terjadi di dalamnya dan sebagai hakim dengan
menghapus atau menetapkan kembali hukum-hukum dari kitab-kitab yang telah lalu.
Oleh karena itu semua orang yang berpegang teguh dengan kitab-kitab terdahulu
pasti akan tunduk kepada Al Qur'an dan serta merta akan masuk Islam. Alloh
Ta'ala berfirman:
Dan apabila
dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman
kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami,
Sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya) (QS. Al Qoshos: 53).
Sisi persamaan dari
kitab-kitab samawi (yang diturunkan dari langit seperti Zabur, Taurat, Injil
dan Al Qur'an) adalah Sumbernya satu yaitu dari Alloh Ta'ala (QS. Ali Imron:
1-4), tujuannya satu yaitu mengajak untuk beribadah kepada Alloh saja tidak
menyekutukanNya (QS. An Nahl: 36), mengandung masalah-masalah aqidah,
kaidah-kaidah umum yang butuh dijelaskan kepada manusia seperti masalah pahala
dan siksa, penyucian jiwa (QS. Al A'la: 14-19), masalah keadilan (QS. Al Hadid:
25), masalah akhlaq yang baik, memerangi kerusakan dan penyimpangan dalam
aqidah, akhlaq atau penyimpangan dari fitroh serta membahas masalah ibadah (QS.
Al Anbiya': 73).
Adapun segi
perbedaannya adalah dalam masalah syari'at secara khusus. Syari'at nabi Isa
berbeda dalam beberapa perkara dengan syari'at nabi Musa alaihis salam, begitu
pula syari'at nabi Muhammad r berbeda
dengan syariat nabi Isa alaihis salam dan Musa alaihis salam dalam banyak hal.
Alloh Ta'ala berfirman:
Untuk tiap-tiap
umat diantara kamu Kami berikan aturan dan jalan yang terang (QS. Al Maaidah: 48).
Sebagai contoh:
1-
Puasa.
Dahulu orang yang berpuasa dibolehkan berbuka (makan), minum, jima' dari
terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar selama ia tidak tidur. Jika tidur
maka diharamkan baginya makan, minum dan jima' sampai terbenamnya matahari pada
hari kedua. Kemudian Alloh memberikan keringanan bagi ummat Islam untuk makan,
minum atau jima' sampai terbitnya fajar apakah ia tidur maupun tidak. Alloh
Ta'ala berfirman:
Maka
sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah
untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang
hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam (QS. Al Baqoroh: 187).
- Menutup aurat tatkala mandi tidaklah wajib bagi bani Israel sebagaimana dalam hadits Abu Hurairoh t dari Nabi r bersabda:
كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ
يَغْتَسِلُونَ عُرَاةً ، يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ ، وَكَانَ مُوسَى يَغْتَسِلُ
وَحْدَهُ
Bani Israel dahulu mandi dengan
telanjang, sebagian mereka melihat sebagian yang lainnya sedangkan Musa mandi
seorang diri (HR. Al Bukhori 278, Muslim 339).
- Dalam perkara-perkara yang diharomkan seperti:
-
Halalnya bagi nabi Adam menikahkan putra-putrinya
kemudian setelah itu diharamkan selama-lamanya.
-
Mengumpulkan dua wanita bersaudara dalam satu atap
dahulu banyak dilakukan seperti yang dilakukan nabi Ya'qub dengan menikahi dua
sepupunya yang bersaudara yaitu Layya dan Rohil lalu hal itu diharomkan dalam
taurat, demikian pula dalam ajaran Islam.
-
Alloh Ta'ala mengharamkan bagi Yahudi sebagaimana dalam
firmanNya:
ö
Dan
kepada orang-orang Yahudi, kami haramkan segala binatang yang berkuku dan dari
sapi dan domba, kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain
lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau
yang bercampur dengan tulang. Demikianlah kami hukum mereka disebabkan
kedurhakaan mereka; dan Sesungguhnya kami adalah Maha benar (QS. Al An'am: 146). Kemudian datang
nabi Isa menghalalkan sebagian yang telah diharamkan tersebut lalu syariat
Islam datang dengan kaidah umum : menghalalkan yang baik-baik dan mengharamkan
yang jelek.
Keistimewaan syariat Islam dengan
syari'at-syari'at sebelumnya adalah ia umum untuk semua manusia sampai hari
kiamat bukan hanya untuk suatu kaum atau zaman tertentu saja sebagaimana
syari'at-syari'at terdahulu.
Namun kitab injil dan taurat yang ada
sekarang ini telah mengalami penggantian, pengurangan, penyelewengan,
penghapusan dengan banyak bukti diantaranya:
- Penyandaran kepada kitabnya telah terputus sanadnya
- Mengandung aqidah rusak yang sangat bertentangan dengan aqidah yang diajarkan dalam kitab taurat dan injil yang asli. Alloh Ta'ala menerangkan hancurnya aqidah mereka dengan firmanNya:
(
Mereka
menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain
Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, padahal mereka hanya
disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain
Dia. Maha Suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan (QS. At Taubah: 31). Islam
mendudukkan nabi Isa dan ibunya dalam posisi yang adil bahwa mereka termasuk
hamba-hamba Alloh yang mulia namun tetap sebagai manusia biasa. Alloh Ta'ala
Robb sekalian makhluq berfirman:
Al
masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya telah berlalu
sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya
biasa memakan makanan.Perhatikan bagaimana kami menjelaskan kepada mereka (ahli
Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), Kemudian perhatikanlah bagaimana mereka
berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat kami itu) (QS. Al Maaidah: 75). Undang- undang Keimanan Al Masih yang
dikeluarkan gereja pusat Roma tahun 325 M mengeluarkan pernyataan: "Yesus
Al Masih adalah anak Allah yang Esa yang dilahirkan dari bapak sebelum adanya
masa, cahaya dari cahaya, sesembahan yang benar dari sesembahan yang benar,
dilahirkan bukan sebagai makhluq...".
Padahal
dalam kitab asli mereka justru
menetapkan keesaan Alloh Ta'ala, seperti[1]:
1.
Dari Kitab Perjanjian Baru[2]
(New Testament). Dalam Injil Marqus (Fasal 12/28-32) bahwa seorang
Yahudi bertanya kepada Al Masih (nabi Isa) :" Wasiat apakah yang paling
pertama dari semua wasiat? Maka Yesus menjawab: "Sesungguhnya wasiat
pertama adalah 'Dengar wahai Bani Israil Robb sesembahan kita adalah Robb yang
satu dan hendaknya engkau mencintai Alloh dari semua hati dan jiwamu,
pikiranmu, usahamu, inilah wasiat yang pertama..". Demikian pula dalam
Injil Yohanna (Fasal 17/1-3), dan Injil Matta (Fasal 4/8-10).
2. Dalam Kitab Perjanjian Lama (Old
Testament). Wasiat yang pertama dari sepuluh wasiat yang Alloh wahyukan kepada
Musa alaihis salam yang di tulis dalam lembaran-lembaran seperti dalam kitab Al
Khuruj (Fasal 20/1-4): " Aku adalah Robbmu, sesembahanmu yang
mengeluarkanmu dari Mesir dari rumah peribadahan. Tidaklah ada bagimu
sesembahan yang lain di depanKu. Janganlah kamu membuat patung yang dipahat dan
tidak pula gambar dengan apa yang ada di atas langit, di bawah bumi dan di
dasar air. Jangan kalian sujud kepada mereka dan beribadah kepada mereka".
Dalam Kitab Akhbarul Ayyamul Awwal (Fasal 17/20) Dawud 'alaihis salam berkata
kepada Alloh 'azza wa jalla: "Ya, Alloh tidak ada yang semisalMu, tidak
ada sesembahan selainMu. Cukuplah apa yang kami dengar dari telinga kami".
3.Isinya
mencela para nabi yang itu tidak pernah ada dalam semua kitab asli Injil dan
Taurat. Diantara Perubahan dan penyimpangan yang ada dalam kitab taurat Yahudi
di masa ini:
-
Yahudi menyatakan dalam kitab Taurat 'produk mereka' bahwa
Nabi Sulaiman alaihis salam telah murtad dan ia menyembah patung (Kitab Mulukul
Awwal Fasal 11/5). Selain itu mereka mengatakan nabi Dawud alaihis salam berzina
sehingga lahirlah Sulaiman! (Kitab Samuel II Fasal 11/ 11)
Padahal Alloh telah memuji nabi Dawud dan Sulaiman
dengan firmanNya:
Dan kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman,
dia adalah sebaik- baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya) (QS.
Shaad: 30).
-
Yahudi juga menyatakan bahwa Nabi Harun alaihis salam membuat
patung anak sapi/lembu kemudian menyembahnya. (Kitab Al Khuruj Fasal 32/1).
Padahal yang benar itu adalah perbuatan Samiri
dan diingkari dengan keras oleh Nabi Harun sebagaimana firman Alloh Ta'ala:
ô(
Dan
Sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: "Hai kaumku,
Sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan Sesungguhnya
Tuhanmu ialah (Tuhan) yang Maha pemurah, Maka ikutilah aku dan taatilah
perintahku" (QS.
Thaha: 90).
-
Yahudi
menyatakan bahwa Kholilulloh Ibrohim alaihis salam mempersembahkan istrinya
(Sarah) kepada Fir'aun untuk mendapatkan harta yang banyak (Kitab At Takwin
Fasal 12/14). Kenyataan yang sebenarnya adalah Nabi Ibrohim dipaksa
menyerahkan istrinya kepada sang raja yang dzholim namun Alloh Ta'ala
menyelamatkannya sebagaimana dijelaskan Nabi r dalam
hadits Abu Hurairoh t (HR. Al Bukhori no.
3358).
-
Yahudi menyatakan bahwa nabi Luth alaihis salam meminum
khomer sampai mabuk dan berzina dengan anak gadisnya… !!! (Kitab At Takwin
Fasal 19/ 30).
Sungguh jelek apa yang mereka buat-buat
dengan tangan mereka sendiri. padahal Alloh Ta'ala berfirman memuji nabi Luth:
Sesungguhnya
Luth benar-benar salah seorang rasul. (Ingatlah) ketika Kami selamatkan dia dan
keluarganya (pengikut- pengikutnya) semua (QS. As Shaffat: 133-134).
Demikian pula kitab Injil 'imitasi' berperan
dalam menghina para nabi yang dimuliakan Alloh. Diantaranya:
-
Nasrani
menyatakan bahwa para nabi bani Israil adalah pencuri dan pencopet
(Injil Yohana Fasal 10/8). Padahal Alloh Ta'ala memuji para nabi tersebut dengan firmanNya: Dan Sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar
termasuk orang-orang pilihan yang paling baik (QS. Shaad: 47).
-
Kaum nasrani menyatakan bahwa kakek Sulaiman alaihis salam dan Dawud alaihis
salam yaitu Farid keturunan Yahudza bin Ya'qub dari keturunan zina !! (Injil
Matta Fasal 1/11).
Demikianlah dua ummat yang dijelaskan oleh
Alloh Ta'ala dalam Surah Al Fatihah Al Magdhu bi 'alaihim (yang dimurkai
yakni yahudi) dan Dhoollun (sesat yakni
Nasrani) melecehkan para nabi dengan tuduhan yang membuat tubuh merinding
dan mengatakan bahwa ini adalah kitab yang diturunkan Alloh ! Mereka berbohong
dari dua sisi, menisbatkan hal ini sebagai wahyu dan berdusta kepada para nabi
dan Rasul. Lalu apakah pantas kemudian ada yang orang yang masih bersih
fitrohnya mengatakan bahwa semua agama sama !?.
oleh: ust. ali Sulis
[1] Dikutip dari tulisan Magister
DR. Sa'd Rustum dalam kitabnya: "Al Anajil Al Arba'ah wa Rosail Bulus wa
Yohana Tanfi Uluhiyyatal Masihi Kama Yanfihal Qur'an", Islamabad
Pakistan
1997/1417 H
[2] Yang dimaksud dengan
Kitab Perjanjian Baru adalah Injil dan risalah para rasul sedangkan Kitab
Perjanjian Lama adalah Taurat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar